Danuap air itulah yang akan dikonversikan menjadi sebuah energi listrik terbarukan. 2. Pembangkit Listrik Tenaga Surya Fotovoltaik. Cara kerja dalam menghasilkan listrik dari sinar matahari selanjutnya adalah dengan menggunakan mekanisme fotovoltaik. Sistem fotovoltaik ini terbilang cukup sederhana. MengoperasikanPLTS baik yang off grid maupun on grid; Melakukan pemeliharaan PLTS dan mengatasi gangguan serta kerusakan yang terjadi . Materi Pelatihan PLTS. Prinsip kerja sel surya (efek foto listrik) Macam‐macam Kristal sel surya; Merangkai sel surya menjadi panel surya; 26.1 Sistem PLTS Off Grid 12 2.6.2 Sistem PLTS On Grid 13 2.7. Charger controller 14 2.8. Inverter 15 2.9. Baterai 16 2.10. Depth Of Discharge 17 2.11. Gaya 18 2.12. Tumpuan 18 2.13. Sambungan Las 20 Gambar 2.3 Prinsip Kerja Sel Surya 6 Gambar 2.4 Panel Surya Monokristaline 7 Gambar 2.5 Panel Surya Polikristaline 8 Cara Kerja PLTS Off Grid Pembangkit listrik tenaga surya off grid merupakan sistem PLTS yang tidak terkoneksi dengan grid, melainkan menuju sistem penyimpanan daya listrik atau baterai. Sistem PLTS off-grid ini umumnya diimplementasikan pada perangkat independen seperti lampu jalan raya atau bangunan yang tidak terjangkau jaringan listrik PLN. Dengan kebutuhan listrik seperti yang tadi dijelaskan, maka kapasitas PLTS yang Anda butuhkan sekitar 4,8 kWp- 5 kWp. Itulah serba-serbi PLTS on grid dan off grid, lengkap dengan cara menghitungnya yang wajib Anda ketahui. Perlu diingat, beralih ke PLTS dapat membantu melestarikan lingkungan serta menghemat biaya. 3. Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) On Grid PLTS on grid hanya melayani beban listrik pada siang hari sedangkan pada malam hari beban dilayani oleh PLN karena PLTS on grid tidak menggunakan baterai. Komponen-komponen utama PLTS on grid adalah Panel Surya, Inverter Tie Grid (ITG) , dan KWh Exim. tidakhanya secara off grid tetapi juga dengan terhubung ke jaringan tenaga listrik. Operasi pembangkit listrik fotovoltaik yang terhubung ke jaringan semula baru pada kapasitas ratusan kilowatt pada sistem tenaga pulau kecil, tetapi sekarang sudah ada yang terhubung ke jaringan dengan kapasitas mencapai ribuan kW. CaraKerja Sistem Grid Tie / Sistem On Grid. (Paket 3000WP Hybrid) PAKET TENAGA SURYA, PLTS OFF GRID. Detail Paket PLTS Rumah 9000W - 12000W Paket PLTS Rumah 9000W - 12000W sangat cocok untuk daerah yang belum dialiri listrik PLN. Selain itu Paket PLTS Rumah 9000W - 12000W juga cocok untuk backup/cadangan terjadi pemadaman listrik di w4yaK6. Tenaga surya memimpin pasokan EBT dengan potensi sebesar 207,8 GW. Pembangkit Listrik Tenaga Surya atau disingkat PLTS menjadi sumber energi yang menjanjikan pada abad ke-21. PLTS adalah suatu pembangkit listrik yang bersumber dari sinar matahari melalui sel surya untuk mengkonversikan radiasi sinar foton matahari menjadi energi listrik. Sel Surya yang mendapat penyinaran sinar matahari merupakan salah satu sumber energi yang sangat menjanjikan Naim, 2017. PLTS menjadi primadona dalam mendukung tercapainya target bauran EBT 23% di 2025. Indonesia adalah negara dengan serapan tenaga surya terbesar di ASEAN, karena matahari ada setiap hari sepanjang tahun. Berdasarkan SNI 83952017, PLTS adalah sistem pembangkit listrik yang energinya bersumber dari radiasi matahari, melalui konversi sel fotovoltaik. Sistem fotovoltaik mengkonversi radiasi sinar matahari menjadi energi listrik . Semakin tinggi intensitas radiasi iradiasi matahari yang mengenai sel fotovoltaik, semakin tinggi daya listrik yang dihasilkannya. Dengan kondisi geografi Indonesia yang strategis yaitu terletak di daerah tropis dan berada di garis khatulistiwa, PLTS menjadi salah satu teknologi penyediaan tenaga listrik yang potensial untuk diaplikasikan. PLTS dapat diaplikasikan melalui berbagai bentuk instalasi, dengan konfigurasi sistem terpusat ataupun tersebar, dimana masing-masing aplikasi tersebut dapat bersifat on grid maupun off-grid. PLTS off-grid sering disebut sistem PLTS berdiri sendiri stand-alone, beroperasi secara independen tanpa terhubung dengan jaringan PLN. Sistem ini membutuhkan baterai untuk menyimpan energi listrik yang dihasilkan di siang hari untuk memenuhi kebutuhan listrik di malam hari. Dalam sistem off-grid, panel surya memasok listrik DC ke baterai, dan inverter mengubah energi baterai yang tersimpan menjadi listrik AC sesuai permintaan. Baterai memungkinkan sistem untuk memberikan daya saat matahari tidak bersinar. PLTS Off Grid merupakan alternatif solusi masalah listrik untuk daerah-daerah terpencil atau daerah-daerah pedesaan yang tidak terjangkau jaringan listrik PLN Naim, 2017. Iklan Sistem PLTS off grid terdiri dari komponen utama yaitu modul surya, dan Balance of System BOS yang terdiri atas solar charge controller, inverter, baterai, dan beberapa komponen pendukung lainnya Arriaga et al.,2021. Modul Surya Teknologi modul PV terbagi dalam tiga kategori yaitu Crystalline Silicon, Thin Film, Emerging and Novel. Dalam memilih teknologi modul surya yang terbaik harus memperhatikan beberapa faktor seperti efisiensi, harga, ketersediaan di pasar, jaminan kinerja, bentuk dan penampilan, dan respons terhadap kondisi iklim. Crystalline Silicon terdiri atas 2 macam yaitu Monocrystalline dengan efisiensi modul sebesar 13-19% dan Polycrystalline dengan efisiensi modul sebesar 11-15%. Jika dibandingkan dari segi harga, Monocrystallinelah yang paling mahal namun memiliki efisiensi yang lebih besar. Jenis modul PV yang kedua adalah Thin Film. Thin Film memiliki beberapa kelebihan yaitu harga lebih murah jika dibandingkan dengan Crystalline Silicon, memiliki sifat yang fleksibel dan tidak kaku sehingga mudah dibentuk, lebih ringan sehingga lebih cocok untuk dipasang pada atap rumah, dan memiliki kinerja yang baik pada iklim yang panas karena memiliki koefisien suhu yang relatif rendah sekitar 0,2% per derajat. Thin Film memiliki beberapa macam jenis yaitu Amorphous silicon dengan efisiensi 4-8%, Amorphous and micromorph silicon multijunctions dengan efisiensi 7-9%, Cadmium-telluride dengan efisiensi 10-11%, dan Copper-indium-[gallium]-[di]selenide- [di]sulphide dengan efisiensi 7-12%. Jenis modul PV yang ketiga yaitu Concentrating photovoltaics dengan efisiensi sel sebesar 30-38%. Solar Charge Controller Solar charge controller SCC atau juga dikenal sebagai battery charge regulator BCR adalah komponen PLTS yang berfungsi untuk mengatur pengisian baterai lebih optimal. Perangkat ini beroperasi dengan cara mengatur tegangan dan arus pengisian berdasarkan daya yang tersedia dari larik modul fotovoltaik dan status pengisian baterai SoC, state of charge. Dalam memilih SSC harus mempertimbangkan beberapa hal seperti konfigurasi larik modul fotovoltaik, sistem tegangan yang dipakai, dan karakteristik baterai. SSC yang ideal yaitu tegangan dan arus masukan input maksimum SCC harus lebih tinggi dari tegangan dan arus maksimum larik modul fotovoltaik yang terhubung pada kondisi apapun, Efisiensi yang tinggi ≥ 98% pada tegangan sistem dan dilengkapi dengan MPPT, dan Sesuai dengan teknologi baterai yang terpasang. Inverter Inverter berfungsi untuk mengkonversi arus DC ke AC. Sebuah inverter surya, secara teknis disebut unit pengkondisi energi, mengubah listrik DC dari susunan PV surya menjadi listrik AC, sambil memaksimalkan keluaran daya. Terdapat 3 jenis inverter yaitu micro inverter, string inverter, central inverter. Micro inverter mengubah listrik dari satu panel. String inverter mengubah listrik dari modul string tunggal string adalah satu set modul yang dihubungkanseri; dan central inverter mengubah listrik dari beberapa string yang disambungkan secara paralel satu sama lain. Dari segi harga micro inverter lebih mahal dari inverter sentral atau string namun kinerjanya lebih baik daripada inverter sentral, terutama dalam kondisi teduh. kinerja micro inverter lebih tinggi 20% dalam kondisi tanpa bayangan dan lebih dari 27% dalam kondisi teduh Lee 2011. Inverter sentral adalah yang paling umum digunakan, terutama untuk pembangkit skala menengah dan besar. Dalam memilih jenis inverter, yang pertama menjadi pilihan adalah yang lebih baik untuk atap yang sebagian memiliki banyangan selama sebagian hari, atau untuk susunan yang berisi modul dengan spesifikasi atau orientasi yang berbeda. Ini karena inverter mampu melacak dan memaksimalkan output daya untuk setiap modul atau string, bukan untuk array secara keseluruhan IFC 2012. Baterai Dalam PLTS off grid baterai berfungsi untuk menyimpan pasokan listrik DC yang dihasilkan panel surya. Baterai memungkinkan sistem untuk memberikan daya saat matahari tidak bersinar. Dalam pasaran terdapat 2 macam baterai yaitu baterai berbasis lead acid dan lithium. Baterai lead acid banyak digunakan pada kendaraan, penerangan, sistem UPS, dan aplikasi penyimpanan energi, sedangkan baterai lithium digunakan pada telepon, laptop, kendaraan listrik, dan baru-baru ini pada sistem energi surya. Baterai lead acid lebih berat jika dibandingakn dengan baterai lithium sehingga memerlukan perawatan regular dan memperpendek umur baterai. Dari segi dampak ke lingkungan, baterai lead acid memiliki dampak lingkungan yang lebih besar karena memerlukan lebih banyak bahan baku pembuatan baterai jika dibandingkan dengan baterai lithium. Dari segi biaya install, baterai lithium lebih murah dibandingkan baterai lead acid karena baterai lithium lebih ringan sehingga lebih mudah untuk diinstall dan menurunkan 80% biaya install. Ikuti tulisan menarik Umi Widi Astuti lainnya di sini. » Solusi Elektrifikasi » PLTS Terpusat Off Grid » Cara Kerja Cara Kerja How It Works PLTS Terpusat Off Grid Terdapat 2 sistem pada PLTS Terpusat Off Grid PLTS Komunal / PLTS Sentralisasi AC Couping dan DC Coupling. Perbedaan cara kerja kedua sistem coupling tersebut ada pada interkoneksi antara sistem panel surya dan sistem baterai. Pemilihan kedua sistem lebih dipengaruhi karateristik konsumsi energi pada siang/malam hari meskipun pada prinsipnya tidak berbeda. Share this page Pada sistem DC Coupling, output solar charger terkoneksi dengan input dari battery inverter sisi DC, sementara pada sistem AC Coupling, output solar inverter terkoneksi dengan output battery inverter sisi AC. Lihat Spesifikasi Solusi Sistem DC Coupling Beban = Produksi PLTS PLTS akan melayani beban seluruhnya. Namun demikian tidak semua kombinasi solar charge controller dan battery inverter dapat mengalirkan daya dengan skema ini. Umumnya baterai di-charge pada siang hari dan digunakan pada malam hari. Produksi PLTS = 0 Baik karena malam hari maupun kondisi cuaca sangat buruk, maka beban akan dilayani oleh baterai melalui battery inverter. Jika energi baterai hampir habis, maka kekurangan energi beban akan dibantu oleh generator jika tersedia untuk melayani beban dan pengisian baterai. Beban Produksi PLTS Seluruh produksi energi PLTS akan melayani beban dan kekurangan energi beban akan dibantu oleh energi dari baterai. Jika energi baterai hampir habis, maka kekurangan energi beban akan dibantu oleh generator jika tersedia untuk melayani beban dan pengisian baterai. Sistem AC Coupling Beban = Produksi PLTS Ketika besar beban sama dengan produksi energi PLTS, maka PLTS akan melayani beban seluruhnya. Produksi PLTS = 0 Baik karena malam hari maupun kondisi cuaca sangat buruk, maka beban akan dilayani oleh baterai melalui battery inverter. Jika energi baterai hampir habis, maka kekurangan energi beban akan dibantu oleh generator jika tersedia untuk melayani beban dan pengisian baterai. Beban Produksi PLTS Seluruh produksi energi PLTS akan melayani beban dan kekurangan energi beban akan dibantu oleh energi dari baterai. Jika energi baterai hampir habis, maka kekurangan energi beban akan dibantu oleh generator jika tersedia untuk melayani beban dan pengisian baterai. Kurva Beban vs Produksi PLTS Umumnya aktivitas penggunaan energi lebih banyak banyak pada malam hari. Sebagian produksi energi PLTS dipakai langsung pada siang hari dan kelebihan energi disimpan pada baterai yang akan digunakan pada malam hari pada saat tidak ada sinar matahari. Namun, pada beberapa proyek pemerintah dengan kuota energi yang minim, pemakaian dibatasi pada saat sore sampai pagi hari agar kuota tidak habis di siang hari. Paket Solusi PLTS Terpusat Off Grid Sumber Listrik Tenaga Surya PLTS adalah salah satu Energi Baru Terbarukan yang sedang dikembangkan di Indonesia. PLTS banyak dipasang di industri dan juga rumah tangga. Alasan pemasangan PLTS di industri dan rumah tangga adalah karena untuk mengurangi tagihan listrik dari PLN dan juga untuk mengurangi emisi gas rumah kaca. Selain itu PLTS juga dipasang di daerah terpencil atau daerah yang belum teraliri listrik salah satu pilihan utama untuk mempercepat transisi energi di Indonesia. karena PLTS mempunyai potensi yang sangat besar untuk dikembangkan. Berdasarkan data dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral ESDM tahun 2019 potensi PLTS di Indonesia sebesar 207,8 Giga Watt dan baru dimanfaatkan kurang lebih sebesar 80, sistemnya PLTS dibagi menjadi 3 bagian, yaitu PLTS on grid, off grid, dan hybrid. PLTS on grid adalah PLTS yang dipasang di rumah yang sudah dialiri jaringan listrik PLN. Sedangkan PLTS off grid adalah sistem PLTS yang berdiri sendiri independen dan menggunakan baterai untuk menyimpan daya listriknya disiang hari. Untuk PLTS hybrid adalah PLTS yang menggabungkan dua sumber energi listrik, contohnya menggabungkan PLTS dan off grid mempunyai komponen yang lebih banyak dibandingkan dengan PLTS on grid, salah satu pembedanya terletak di baterai. PLTS off grid menggunakan baterai, sedangkan PLTS on grid tidak menggunakan baterai. Untuk mengetahui lebih lanjut tentang komponen penyusun PLTS off grid simak pembahasan berikut komponen penyusun PLTS off grid adalah sebagai berikutPLTS mempunyai banyak sekali komponen dan mempunyai fungsi masing-masing. salah satu komponen penting dalam PLTS adalah panel surya. Panel surya adalah suatu alat yang akan mengubah energi matahari ke energi listrik melalui prinsip kerja efek photovoltaic PV.Pada umunya panel surya terbuat dari jenis material crystalline dan thin film. Untuk jenis crystalline terdiri dari 2 tipe yaitu tipe Mono crystalline dan juga Polycrystalline. Sedangkan untuk film thin terdiri dari beberapa tipe yaitu Amorphous Silicon, Cadmium Telluride, dan Organic Photovoltaic. Besarnya pangsa pasar dan teknologi crystalline silicon menjadikan teknologi ini masih sangat menarik untuk pangsa pasar dan teknologi crystalline silicon menjadikan teknologi ini masih sangat menarik untuk dikembangkan. Di Indonesia sendiri, banyak sekali industri atau rumah tangga yang menggunakan panel surya tipe Mono crystalline dan juga Polycrystalline. Adapun perbedaan yang paling mencolok pada kedua tipe modul surya ini adalah terdapat pada jumlah silicon dan warnanya. tipe Mono crystalline mempunyai silicon tunggal dengan warna hitam, sedangan tipe polycrystalline mempunyai silicon campuran dan berwarna Solar Charge Controller Solar Charge Controller adalah peralatan elektronik yang berfungsi untuk mengatur arus listrik ke baterai baterai. Solar Charge Controller ini juga berfungsi untuk mencegah kelebihan pengisian pada baterai yang sudah penuh. Dengan adanya Solar Charge Controller ini diharapkan dapat memperpanjang umur baterai yang digunakan. Selain itu juga Solar Charge Controller ini berfungsi untuk mengukur dan memonitor tegangan, arus, dan energi yang ditangkap modul surya dang mengirimkannya ke memilih Solar Charge Controller harus juga diperhatikan spesifikasi yang ideal. Spesifikasi yang idealnya adalah input arus dan tegangan maksimum Solar Charge Controller harus lebih tinggi dari arus dan tegangan maksimum modul suryanya yang terhubung pada kondisi merupakan salah satu komponen terpenting juga dalam PLTS off grid. Karena PLTS off grid ini tidak terhubung ke PLN, maka baterai lah yang akan digunakan untuk menyimpan energi listrik yang dihasilkan modul surya disiang hari. Baterai yang umum digunakan pada sistem PLTS off grid adalah baterai lead acid. Baterai lead acid banyak digunakan karena baterai tersebut tahan lama, mudah dalam penggunaannya, lebih aman, dan harganya relatif lebih murah dari pada baterai yang lainya. Untuk memilih spesifikasi baterai biasanya ditentukan oleh tegangan dan kapasitas nominalnya. Tegangan nominal pada dasarnya adalah tegangan titik tengah baterai atau tegangan yang diukur saat baterai memiliki status pengisian sebesar 50%. Sedangkan kapasitasnya adalah jumlah arus yang dapat disediakan baterai untuk waktu tertentu Ah. Kapasitas nominal biasanya diukur dengan pemakaian baterai dalam 10 jam dengan pemakaian arus 1/10 dari kapasitas bateraiInverter adalah komponen elektronik yang akan mengubah arus listrik DC ke arus listrik AC. Sebelum listrik digunakan untuk menghidupkan peralatan elektronik yang ada di rumah, listrik arus diubah terlebih dahulu dengan bantuan inverter ini. Selain itu, inverter juga berfungsi untuk melindungi baterai dari pengisian yang berlebihan yang dapat menyebabkan terjadinya pengurangan arus pengisian ketika baterai sudah komponen utama diatas juga ada komponen pendukung dari sistem PLTS off grid. Komponen pendukungnya antara lain kotak penggabung, kabel - kabel, panel distribusi DC dan AC, rumah pembangkit, penangkal petir, kotak pembumian dan dengan artikel ini dapat membantu pembaca untuk mengetahui apa saja sih komponen sistem PLTS off grid ini, dan diharapkan nantinya generasi muda juga akan terus berkontribusi untuk melakukan percepatan transisi energi melalui Energi Baru Terbarukan.